Posted by : ABA BLOG
Rabu, 19 April 2017
![]() |
| Illustration of LHS 1140 star with its super-Earth planet. Credit: ESO |
The planet named LHS 1140b, is an interesting discovery. The planet orbits a cool and dwarf parent star LHS 1140, which contains only 15% of our Sun's mass and is only 5 billion years old.
This super-planet Earth orbits its parent star every 15 days. Jason Dittman of Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics and his team undertook the planet's discovery of radial velocity measurements from the High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS) survey.
Continuous observation with high resolution allows Dittman and his colleagues to calculate the planet's orbital parameters and physical characteristics with a high degree of precision. The planet is known to have a mass of 4.8 to 8.5 times the mass of the Earth, and orbits a distance of about 0.09 AU from the LHS 1140 star (nearly a quarter of the average distance between Sun and Mercury).
This planet has a diameter of about 1.4 times greater than the diameter of the Earth. If we combine the mass and its radius, then we will get 12.5 g / cm 3 for the density of the planet, which implies that it is a rocky planet. This planet even has twice the density of Earth!
Although this super-planet orbits a red dwarf star that often throws stellar winds that can strike life (if any) on an orbiting planet, these stars are also long-lived and "stingy" in terms of energy output.
The cool red dwarf stars are also expected to shine for trillions of years, longer than the life of stars like the Sun. Of course, this is a plus because the orbiting planet will have plenty of time to evolve.
And LHS 1140 may prove to be special compared to the TRAPPIST-1 system, which is also a red dwarf star. Dittman argues, the TRAPPIST-1 star is spinning rapidly, about every three days, And such rotational forces produce star activity at high energy wavelengths that can empty and dispel life on the orbiting planet.
Meanwhile, the LHS 1140 star does not seem to be too active. "We did not see any star flares within the first year of our monitoring," Dittman said. That may not be surprising, given the rotation of the star is 130 days.
Red dwarf star with magnitude looks about +14 in the sky This earth is in asensio rekta 00h 45m, declination -15 ° 14 ', in the constellation Cetus.
![]() |
| The location of LHS 1140 stars and planets in the Earth's sky. Credit: Stellarium |
The planet, 34 light-years from our Earth, is a good potential target for future missions such as James Webb Space Telescope and Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), both of which will be launched next year to research foreign planets outside the Solar System.
We are now getting closer in understanding our own parent planet as well as understanding the exciting new foreign planets like LHS 1140b.
LHS 1140b: Planet Bumi-Super Baru Ditemukan di Zona Habitasi
Setelah penemuan planet di bintang Proxima Centauri dan tujuh planet di sistem TRAPPIST-1, kini para astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengumumkan penemuan planet Bumi-super yang mengorbit bintang kerdil kelas-M yang berjarak hanya 34 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.
Planet tersebut bernama LHS 1140b, adalah sebuah penemuan yang cukup menarik. Planet tersebut mengorbit bintang induk yang sejuk dan kerdil bernama LHS 1140, yang hanya mengandung 15% massa Matahari kita dan baru berusia 5 miliar tahun.
Planet Bumi-super ini mengorbit bintang induknya setiap 15 hari sekali. Jason Dittman dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics bersama timnya melakukan penemuan planet ini pengukuran kecepatan radial dari survei High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS).
Observasi lanjutan dengan resolusi tinggi memungkinkan Dittman dan rekan-rekannya untuk menghitung parameter orbital dan karakteristik fisik planet ini dengan tingkat presisi yang tinggi. Planet tersebut diketahui memiliki massa 4,8 hingga 8,5 kali massa Bumi, dan mengorbit dengan jarak sekitar 0,09 AU dari bintang LHS 1140 (hampir seperempat dari jarak rata-rata antara Matahari dan Merkurius).
Planet ini memiiliki diameter sekitar 1,4 kali lebih besar dari diameter Bumi. Bila kita kombinasikan massa dan radiusnya, maka kita akan mendapatkan angka 12,5 g/cm^3 untuk kepadatan planet ini, yang mengisyaratkan bahwa ia merupakan planet berbatu. Planet ini bahkan memiliki kerapatan dua kali Bumi!
Meskipun planet Bumi-super ini mengorbit bintang kerdil merah yang sering melontarkan angin bintang yang dapat menyerang kehidupan (bila ada) di planet yang mengorbitnya, bintang-bintang jenis ini juga berumur panjang dan "pelit" dalam hal keluaran energi.
Bintang-bintang kerdil merah yang bersuhu sejuk ini diperkirakan juga mampu bersinar selama triliunan tahun, lebih lama dari kala hidup bintang-bintang seperti Matahari. Tentunya, hal ini menjadi nilai tambah karena planet yang mengorbitnya akan memiliki banyak waktu untuk berevolusi.
Dan LHS 1140 mungkin terbukti istimewa dibandingkan dengan sistem TRAPPIST-1, yang juga merupakan bintang kerdil merah. Dittman berpendapat, bintang TRAPPIST-1 berputar dengan cepat, kira-kira setiap tiga hari sekali, dan kekuatan rotasi tersebut menghasilkan aktivitas bintang pada panjang gelombang energi tinggi yang dapat mengosongkan dan menghilangkan kehidupan di planet yang mengorbitinya.
Sementara itu, bintang LHS 1140 tampaknya tidak terlalu aktif. "Kami tidak melihat adanya suar bintang dalam tahun pertama pemantauan kami," kata Dittman. Itu mungkin tidak mengejutkan, mengingat masa rotasi bintang iini adalah 130 hari sekali.
Bintang kerdil merah dengan magnitudo tampak sekitar +14 di langit Bumi ini berada di asensio rekta 00h 45m, deklinasi -15° 14', di rasi bintang Cetus.
Planet tersebut bernama LHS 1140b, adalah sebuah penemuan yang cukup menarik. Planet tersebut mengorbit bintang induk yang sejuk dan kerdil bernama LHS 1140, yang hanya mengandung 15% massa Matahari kita dan baru berusia 5 miliar tahun.
Planet Bumi-super ini mengorbit bintang induknya setiap 15 hari sekali. Jason Dittman dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics bersama timnya melakukan penemuan planet ini pengukuran kecepatan radial dari survei High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS).
Observasi lanjutan dengan resolusi tinggi memungkinkan Dittman dan rekan-rekannya untuk menghitung parameter orbital dan karakteristik fisik planet ini dengan tingkat presisi yang tinggi. Planet tersebut diketahui memiliki massa 4,8 hingga 8,5 kali massa Bumi, dan mengorbit dengan jarak sekitar 0,09 AU dari bintang LHS 1140 (hampir seperempat dari jarak rata-rata antara Matahari dan Merkurius).
Planet ini memiiliki diameter sekitar 1,4 kali lebih besar dari diameter Bumi. Bila kita kombinasikan massa dan radiusnya, maka kita akan mendapatkan angka 12,5 g/cm^3 untuk kepadatan planet ini, yang mengisyaratkan bahwa ia merupakan planet berbatu. Planet ini bahkan memiliki kerapatan dua kali Bumi!
Meskipun planet Bumi-super ini mengorbit bintang kerdil merah yang sering melontarkan angin bintang yang dapat menyerang kehidupan (bila ada) di planet yang mengorbitnya, bintang-bintang jenis ini juga berumur panjang dan "pelit" dalam hal keluaran energi.
Bintang-bintang kerdil merah yang bersuhu sejuk ini diperkirakan juga mampu bersinar selama triliunan tahun, lebih lama dari kala hidup bintang-bintang seperti Matahari. Tentunya, hal ini menjadi nilai tambah karena planet yang mengorbitnya akan memiliki banyak waktu untuk berevolusi.
Dan LHS 1140 mungkin terbukti istimewa dibandingkan dengan sistem TRAPPIST-1, yang juga merupakan bintang kerdil merah. Dittman berpendapat, bintang TRAPPIST-1 berputar dengan cepat, kira-kira setiap tiga hari sekali, dan kekuatan rotasi tersebut menghasilkan aktivitas bintang pada panjang gelombang energi tinggi yang dapat mengosongkan dan menghilangkan kehidupan di planet yang mengorbitinya.
Sementara itu, bintang LHS 1140 tampaknya tidak terlalu aktif. "Kami tidak melihat adanya suar bintang dalam tahun pertama pemantauan kami," kata Dittman. Itu mungkin tidak mengejutkan, mengingat masa rotasi bintang iini adalah 130 hari sekali.
Bintang kerdil merah dengan magnitudo tampak sekitar +14 di langit Bumi ini berada di asensio rekta 00h 45m, deklinasi -15° 14', di rasi bintang Cetus.
![]() |
| Letak bintang dan planet LHS 1140 di langit Bumi. Kredit: Stellarium |
LHS 1140b diketahui menerima sekitar setengah dari energi yang diterima Bumi dari Matahari. Jadi, selain ukurannya cukup besar untuk mempertahankan atmosfer, planet LHS 1140b ini mungkin juga memiliki lautan air dalam bentuk cair di permukaannya, yang mana mungkin dapat menopang kehidupan asing yang belum pernah kita ketahui bentuknya di sana.
Planet berjarak 34 tahun cahaya dari Bumi kita ini menjadi target potensial yang bagus untuk misi masa depan seperti Teleskop Antariksa James Webb dan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS), yang keduanya bakal diluncurkan tahun depan untuk meneliti planet-planet asing di luar Tata Surya.
Kita kini semakin dekat dalam memahami planet induk kita sendiri sekaligus memahami planet-planet asing baru yang menarik seperti LHS 1140b.


