- Home >
- Serba Serbi >
- Psikologi Di Balik Orang Yang Percaya Bumi Datar
Posted by : ABA BLOG
Senin, 17 Juli 2017
| Psikologi Di Balik Orang Yang Percaya Bumi Datar |
Di abad ke-21 ini, apakah dia dan kubu bumi datar lainnya benar-benar serius mempercayai teori tersebut? Bila demikian, bagaimana hal ini bisa terjadi?
Asal mula pemahaman bumi bulat :
Sebenarnya perkiraan bentuk bumi bulat itu sudah ada sejak jaman Yunani kuno, namun catatan ilmiah pertama dilakukan oleh seorang peneliti Yunani yang belajar di Mesir bernama Eratosthenes, dia berhasil membuktikan bumi ini bulat, dan mengukur diameternya dengan tepat, hanya menggunakan tongkat dan Matahari.
Lalu disusul oleh ilmuwan lainnya, seperti: Copernicus, Galileo, Kepler, Issac Newton, A.Einstein, dll
Mereka meneliti tentang fisika/geografi/astronomi Jauh sebelum NASA terbentuk.
Para FE selalu menyalahkan NASA/freemason/illuminati dll, semata2 hanya untuk kambing hitam, ada NASA yang bisa di salahkan, karena gagal menjelaskan asumsi bumi datar secara ilmiah.
Jadi bukan karena kritis terhadap ilmu pengetahuan tapi hanya sekedar mencari pembenaran dari alibi tersebut.
Viren Swami, seorang profesor psikologi asal Inggris menjelaskan "secara umum orang yang mempercayai teori konspirasi memiliki kelainan mental, atau menderita semacam psikopatologi"
Dan alasan yang masuk akal mereka mempercayai teori konspirasi karena stress dan lemahnya pemberdayaan diri sendiri.
Setelah beberapa kali berinteraksi dengan mereka, dan melihat post tentang argumen mereka, saya mengambil kesimpulan:
1. Memiliki percaya diri yang rendah.
Contoh menggunakan akun palsu & foto palsu, dan selalu melarikan diri ketika ada argumen yang memojokan dirinya.
Seorang yang memiliki rasa percaya diri rendah, akan selalu merasa terkucilkan di lingkungan sosial.
2. Memiliki informasi yang terbatas.
Benar, jika setiap manusia memiliki informasi yang terbatas, seperti seorang ilmuwan yang walaupun pintar akan tetap pergi ke dokter jika dia sakit.
Begitu juga para FE, mungkin mereka hanya seorang siswa SMP, SMA jurusan IPS, atau Kejuruan, yang tidak memiliki akses buku2 ilmiah atau belajar bersama profesor fisika, mereka hanya memiliki akses sosial media seperti Facebook/Twitter atau Youtube, jika seseorang bilang A, mereka mudah sekali untuk percaya itu A.
Kalaupun mereka bisa Googling, besar kemungkinan mereka tidak dapat membedakan sumber yang kredibel dan terpecaya.
3. Kurang mendapat perhatian.
Lemah nya mereka dalam kehidupan sosial sehari2 (tidak memiliki teman, bermasalah dengan keluarga/sekolah/tempat kerja), membuat mereka mencari perhatian dari dunia maya.
Saya ingat ada sebuah post di grup facebook, yang sangat mengeletik: "kalau ada gravitasi, kenapa superman bisa terbang?".
Padahal kita semua tahu bahwa superman hanyalah tokoh fiksi.
Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna, yang memiliki akal logika, dan kemampuan berpikir, serta diberi kesadaran untuk MEMILIH..
Mungkin mereka lelah,
Mungkin mereka masih muda yang sedang mencari jati diri.
Biarkan saja, seseorang akan belajar jika memang dia ingin belajar.
Hingga suatu saat nanti mereka akan sadar bahwa ada hal yang lebih penting daripada sekedar bumi bulat atau datar melingkar.
